tulis satu kata dalam bahasamu.

702 bahasa daerah masih hidup di Indonesia, dan sebagian belum punya satu kalimat pun tertulis. Kamus Kampung mencatat bagaimana bahasa-bahasa itu benar-benar dipakai sehari-hari — supaya tetap ada, dan bisa dipelajari siapa pun yang mau belajar nanti.

Lihat caranya

Sumber: Glottolog v5.3 · CC BY 4.0

Sebaran

Peta bahasa Nusantaraᬪᬵᬱ

Satu titik, satu bahasa. Pilih titik mana pun.

94°BT141°BT702 titik · posisi perkiraan

Sekitar dua dari lima bahasa di peta ini ada di Papua.

Titik besar: bahasa yang daftar daerahnya sudah siap. Semua titik bisa dipilih untuk mulai menulis.

Paling kritis

Sumber: Glottolog v5.3 (CC BY 4.0) · posisi perkiraan702 bahasa tampil

Bab 01

yang hilang lebih dulu

Sebuah bahasa jarang mati di mulut. Ia mati di tulisan — ketika tidak ada lagi yang menulis daftar belanja, pesan singkat, atau doa dalam bahasa itu.

Sebagian besar bahasa daerah Indonesia tidak punya korpus tertulis yang cukup untuk melatih apa pun: penerjemah, pemeriksa ejaan, apalagi aplikasi belajar. Yang ada hanya kamus tua dan disertasi. Karena itu fase pertama Kamus Kampung bukan mengajar, tapi mencatat.

Bab 02

bagianmu kecil saja

Satu pertanyaan. Jawab seperti kamu bicara. Tidak dinilai, tidak dikoreksi ejaannya.

Kata 1 dari 311Untuk: sama penjual di warung

mahal

Sekitar 300 kata, sama untuk semua bahasa — dari kata sehari-hari sampai kata kerja.

Begitu jawaban untuk sebuah bahasa sudah cukup, bahasa itu bisa dipelajari di sini — dari kalimat yang kalian tulis.

Terbuka — hasil yang sudah dicek orang lain dari daerahmu dilisensikan CC BY-SA. Jawaban mentahmu tidak diterbitkan.

Bab 03

apa yang sudah terkumpul

Setiap bahasa punya lajurnya sendiri. Lajur tumbuh setiap kali sebuah kata sudah dicek oleh tiga orang dari daerahnya.

Sudah dibuka

Mengumpulkan kontributor

  • kamus →
  • kamus →
  • kamus →
  • kamus →
  • kamus →
  • kamus →
  • kamus →
  • kamus →
  • kamus →
  • kamus →
  • kamus →
  • kamus →
  • kamus →
  • kamus →
  • kamus →

Diperbarui langsung

Ambang mode belajar

Kalau jawabannya sudah cukup, bahasa itu bisa dipelajari di sini.

Setiap bahasa punya ambangnya sendiri: sekitar 300 kata, masing-masing dicek oleh tiga orang, untuk setiap daerahnya. Begitu ambang tercapai, jawabanmu jadi pelajaran — contoh yang dibaca orang yang ingin bisa bicara bahasamu.

Angka ini hanya menghitung kata yang sudah dicek oleh setidaknya tiga orang dari daerahnya.

Jawa

0 / ~2.1770% · Satu petak = 73 kata

Pilih bahasa di peta untuk melihat jalurnya.

Tulis satu kalimat
dalam bahasa ibumu.

Butuh dua menit. Tersimpan selamanya.

Mulai sekarang

1 kontributor sudah ikut